Jumat, 12 Juni 2015

bermanhaj salaf



 Bismillah assalamualaikum, mau tanya adakah artikel tulisan yang bertopik "kenapa harus bermanhaj" atau yang sejenis, yang menjelaskan haruslah bermanhaj. Sebagaimana kita ketahui, kaum muslimin (awam) hanya melihat dari luar saja (ustad) tanpa mengetahui apa yang dipahami (manhaj) dari sang ustad atau sang pemberi pencerahan atau ceramah.??  Na'am

‬Adapun hadits-hadits Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang menunjukkan agar kita harus bermanhaj salaf adalah sebagai berikut:

1. Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مَنْكُمْ بَعْدي فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا ، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَ سُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

“Sesungguhnya barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku, dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin yang terbimbing, berpeganglah erat-erat dengannya dan gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham…” (Shahih, HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ad Darimi, Ibnu Majah dan lainnya dari shahabat Al ‘Irbadh bin Sariyah. Lihat Irwa’ul Ghalil, hadits no. 2455).

Dalam hadits ini dengan tegas dinyatakan bahwa kita akan menyaksikan perselisihan yang begitu banyak di dalam memahami dienul Islam, dan jalan satu-satunya yang mengantarkan kepada keselamatan ialah dengan mengikuti sunnah Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin (Salafush Sholih). Bahkan Rosulullah ? memerintahkan agar kita senantiasa berpegang teguh dengannya.

Al Imam Asy Syathibi berkata: “Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam –sebagaimana yang engkau saksikan– telah merangkai “sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin” dengan “sunnah” beliau, dan bahwasanya diantara konsekuensi mengikuti sunnah beliau adalah mengikuti sunnah mereka…, yang demikian itu dikarenakan apa yang mereka sunnahkan benar-benar mengikuti Sunnah Nabi mereka atau mengikuti apa yang mereka pahami dari sunnah beliau shallallahu 'alaihi wasallam, baik secara global maupun secara rinci, yang tidak diketahui oleh selain mereka.” (Al I’tishom, 1/118).

2. Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لاَتَزَالُ طَائَفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَ هُمْ كَذَلِكَ

“Terus menerus ada sekelompok kecil dari umatku yang senantiasa tampil di atas kebenaran. Tidak akan memudhorotkan mereka orang-orang yang menghinakan mereka, sampai datang keputusan Allah dan mereka dalam keadaan seperti itu.” (Shahih, HR Al Bukhari dan Muslim, lafadz hadits ini adalah lafadz Muslim dari shahabat Tsauban, hadits no. 1920).

Al Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah, berkata (tentang tafsir hadits diatas): “Kalau bukan Ahlul Hadits, maka aku tidak tahu siapa mereka?!” (Syaraf Ashhabil Hadits, karya Al Khotib Al Baghdadi, hal. 36).

Al Imam Ibnul Mubarok rahimahullah, Al Imam Al Bukhari rahimahullah, Al Imam Ahmad bin Sinan Al Muhaddits rahimahumullah, semua berkata tentang tafsir hadits ini: “Mereka adalah Ahlul Hadits.” (Syaraf Ashhabil Hadits, hal. 26,37).

Asy Syaikh Ahmad bin Muhammad Ad Dahlawi Al Madani berkata: “Hadits ini merupakan tanda dari tanda-tanda kenabian (Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam), didalamnya beliau telah menyebutkan tentang keutamaan sekelompok kecil yang senantiasa tampil diatas kebenaran, dan setiap masa dari jaman ini tidak akan lengang dari mereka. Beliau mendoakan mereka dan doa itupun terkabul. Maka Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan pada tiap masa dan jaman, sekelompok dari umat ini yang memperjuangkan kebenaran, tampil diatasnya dan menerangkannya kepada umat manusia dengan sebenar-benarnya keterangan. Sekelompok kecil ini secara yakin adalah Ahlul Hadits insya Allah, sebagaimana yang telah disaksikan sejumlah ulama yang tangguh, baik terdahulu ataupun dimasa kini.” (Tarikh Ahlil Hadits, hal 131)

Ahlul Hadits adalah nama lain dari orang-orang yang mengikuti manhaj salaf. Atas dasar itulah, siapa saja yang ingin menjadi bagian dari “kelompok kecil” yang disebut oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits di atas, maka ia harus mengikuti manhaj salaf.

3. Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

سَتَفْتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثَةٍ وَ سَبْعِيْنَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar